
KETAPANG, MENITNEWS.ID — Turnamen olahraga budaya Pangkak dan Uri Gasing Raden Alfan Cup 2026 sukses digelar di Desa Mensubang, Kecamatan Nanga Tayap, Kabupaten Ketapang. Kegiatan ini menjadi bukti nyata komitmen masyarakat dalam melestarikan olahraga tradisional Melayu sekaligus mengenalkannya kepada generasi muda.
Turnamen ini diselenggarakan oleh RD. Selamat Riyadi, selaku pemilik CV. Raden Alfan, bekerja sama dengan Karang Taruna Maju Bersama Desa Mensubang. Total peserta yang ambil bagian dalam turnamen ini mencapai 76 orang, menjadikan ajang ini salah satu turnamen gasing terbesar yang pernah digelar di Kabupaten Ketapang.
Adapun hadiah yang diperebutkan dalam turnamen ini , yakni Juara I sebesar Rp1.000.000, Juara II Rp700.000, dan Juara III Rp500.000.
Pada kategori Pangkak Gasing, para juara berhasil diraih oleh:
- Putra Kayong dari Bayangan
- Ajas dari Mensubang
- Uti Muhammad Dani dari Pengkalan Telok
- Kaffa dari Mensubang
Sementara itu, pada kategori Uri Gasing, juara diraih oleh:
- Syailendra dari Mensubang
- Irfandi dari Pengkalan Jihing
- Moechtar dari Bayangan
- Ajen dari Mensubang
Selain sebagai ajang kompetisi, kegiatan ini juga memiliki tujuan strategis, yakni sebagai uji coba dan persiapan Desa Mensubang untuk menjadi tuan rumah PSBM (Pagelaran Seni Budaya Melayu) Kecamatan Nanga Tayap ke depan.
Kepala Desa Mensubang, Ria Andriawan, mengapresiasi dan menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Turnamen Pangkak dan Uri Gasing Raden Alfan Cup 2026. Menurutnya, kegiatan ini memiliki nilai penting dalam menjaga dan merawat budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Desa Mensubang.
“Pemerintah Desa Mensubang sangat mengapresiasi kegiatan ini. Turnamen Pangkak dan Uri Gasing bukan hanya sekadar perlombaan, tetapi juga bagian dari upaya pelestarian budaya Melayu. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan dan menjadi agenda rutin tahunan di Desa Mensubang,” ujar Kepala Desa Mensubang.
Sementara itu Tokoh gasing Melayu dari Pesaguan, Rahmat Hidayat, menilai turnamen ini sangat luar biasa dan memiliki nilai historis tersendiri.
“Menurut saya, turnamen Gasing Raden Alfan Cup ini sudah layak masuk rekor MURI. Pesertanya sampai 67 orang, dan di Kabupaten Ketapang belum pernah ada peserta Pangkak dan Uri Gasing sebanyak ini. Bahkan di tingkat provinsi maupun nasional pun, jumlah peserta seperti ini belum pernah ada,” ujarnya.
Rahmat juga menyampaikan komitmennya untuk terus mendukung kegiatan pelestarian olahraga budaya gasing. Tingginya animo peserta menunjukkan bahwa olahraga budaya gasing masih hidup dan diminati, asalkan diberi ruang dan dukungan yang serius.
“Kami mendukung penuh kegiatan Pangkak dan Uri Gasing ini sebagai bentuk kecintaan terhadap budaya Melayu. Harapan kami, Raden Alfan Cup dapat terus digelar secara rutin setiap tahun dan semakin berkembang ke depannya,” kata Rahmat Hidayat.
Melalui turnamen ini, panitia berharap semangat kebersamaan dan kecintaan terhadap budaya lokal terus tumbuh, sehingga olahraga tradisional, khususnya Melayu tidak hanya dikenang, tetapi juga terus dimainkan dan diwariskan secara nyaman kepada generasi berikutnya.(mr)
